'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » Sinopsis 9 Putri » Sinopsis 9 Putri Sejati
Sinopsis 9 Putri Sejati
04 Maret 2019 16:53 WIB | dibaca 3641
oleh: Dra. Suyatmi (Sekretasris PDA)
Sinopsis 9 Putri Sejati
Badilah, Bariah, Umniyah dkk adalah perempuan-perempuan muda di Kauman yang berusaha keluar dari kungkungan jaman. Di awal abad 19 perempuan berkodrat dapur, sumur, dan kasur, selalu di belakang dan tiada ruang untuk mereka. 
Dengan bimbingan Kyai H Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah mereka menempa diri menjadi wanita yang berbeda di jamannya. Mulai bersekolah di sekolah Belanda yang terkonotasi “sekolah kafir”, kemudian berorganisasi dan memerangi buta aksara dan buta ilmu untuk kaum perempuan di lingkungannya.  
Perjuangan mereka sungguh berat karena menghadapi penolakan dari masyarakat yang kolot. Mulai dari cibiran ringan sampai dengan penolakan dan boikot. Tetapi kesulitan-kesulitan itu justru menempa mereka menjadi perempuan-perempuan kuat. 
Mereka tidak menyadari bahwa dengan mewujudkan mimpi mereka mendirikan Organisai Aisyiyah kemudian membuat TK Aisyiyah Bustanul Athfal, ternyata mereka menolong mewujudkan jutaan impian generasi selanjutnya.
[10:16, 4/3/2019] +62 813-2965-0799: 7 Tantangan Muhammadiyah 
 
Memasuki abad kedua dalam perjalanan Muhammadiyah, setidaknya ada tujuh tantangan yang hadapi organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 tersebut.
 
Ketujuh tantangan tersebut adalah 
1. Kemunduran militansi bermuhammadiyah;
 
 2. Melemahnya solidaritas antar warga Muhammadiyah; 
 
3. Adanya ego sektoral dalam pengelolaan amal usaha; dan
 
4.Tarikan pada politik praktis.
 
5. Melemahnya gerakan dakwah; 
 
6.Mencoba-coba ikut paham yang tidak sejalan dengan Muhammadiyah; 
 
7. Menurunya penguasaan ilmu-ilmu agama. 
 
Untuk menjawab tantangan tersebut,  Muhammadiyah perlu merapatkan barisan dengan kuat. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah dalam surat Shaf ayat 4. 
 
"Jika selama ini masih banyak pimpinan dan anggota Muhammadiyah sama-sama kerja, maka sekarang saatnya bekerja sama, bersinergi dan bergotong royong melaksanakan dakwah Amar Ma'ruf nahi munkar, sebagai bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT, disamping perlunya memperdalam keorganisasian, pokok pokok pikiran Muhammadiyah seperti Muqodimah AD/ ART, MKCHM, PHIWM, Kepribadian Muhammadiyah, Khitah Perjuangan Muhammadiyah, yang selama ini hanya kita simpan di rak buku, atau bahkan tidak punya, saatnya membuka refensi itu untuk mengokohkan ke Muhammadiyahan dalam menghadapi tantangan tetsebut. Bermuhammadiyah tidak cukup berideologi tetapi juga berkeilmuan Ke-Muhammayahan.
 
Cepit, 030319
Salam pergerakan Berkeilmuan Ke Muhammadiyahan
Shared Post:
Arsip
Sinopsis 9 Putri Terbaru